cara kerja flasher bimetal

Membahas Cara Kerja Flasher Bimetal dalam Detail

Flasher bimetal adalah salah satu komponen penting di dalam mobil yang berfungsi untuk mengatur denyut lampu peringatan dan lampu sein. Tidak semua orang tahu cara kerjanya, bahkan mecari-mecari di internet masih kurang memadai. Artikel ini akan membahas secara detail cara kerja flasher bimetal, kelebihan dan kekurangannya, serta menyajikan tabel informasi tentang komponen ini.

Pendahuluan: Apa Itu Flasher Bimetal?

Flasher bimetal merupakan jenis switch yang digunakan untuk mengendalikan lamplampu peringatan pada kendaraan. Switch ini dirancang untuk mengatur denyut lampu dengan sistem kerja yang berbeda dari switch pada umumnya.

Bagaimana Cara Kerja Flasher Bimetal?

Ada dua jenis flasher bimetal yang biasa digunakan, yaitu tipe elektromagnetik dan tipe bimetalik thermal. Namun, kali ini kita akan membahas cara kerja tipe bimetalik thermal.

Saat listrik dialirkan ke dalam flasher bimetal, strip bimetalik thermal atau plat terdapat dalam flasher akan menjadi panas. Plat ini terbuat dari dua logam yang memiliki koefisien ekspansi termal yang berbeda, sehingga plat mampu melengkung saat suhu naik. Ketika plat bimetalik melengkung, kontak dalam flasher akan terbuka, sehingga lampu mati.

Setelah itu, plat bimetalik thermal akan segera dingin dan kembali ke bentuk semula, sehingga kontak akan tertutup lagi dan lampu akan menyala kembali. Begitu seterusnya hingga listrik dialirkan ke dalam flasher bimetal diputuskan.

Apa Kelebihan dan Kekurangan Flasher Bimetal?

Kelebihan Flasher Bimetal

  1. Lebih awet dan tahan lama karena pergerakan mekanik yang lebih sedikit dibandingkan dengan jenis switch lainnya.
  2. Mampu bekerja pada berbagai kondisi suhu dan lingkungan yang berbeda.
  3. Desain yang simpel dan mudah dipasang, sehingga biaya produksi dan maintenance lebih murah.

Kekurangan Flasher Bimetal

  1. Lambat dalam merespons dan melepaskan listrik, sehingga dalam beberapa kasus, lampu akan tetap menyala meskipun pengemudi sudah matikan turn signal.
  2. Kurang efisien karena pergerakan mekanik yang terlalu banyak, menghasilkan panas dan kerja listrik yang berlebihan.

Tabel Informasi: Pembahasan Flasher Bimetal

Jenis Flasher Bimetal Cara Kerja Kelebihan Kekurangan
Tipe Elektromagnetik Berfungsi berdasarkan arus listrik dan medan magnet, memerlukan energi untuk mempertahankan sinyal. Mudah digunakan dan mempunyai masa pakai yang lebih panjang Kurang efisien.
Tipe Bimetal Thermal Berfungsi berdasarkan panas dan termal ekspansi bimetal strip. Mudah dipasang dan biaya produksi lebih murah. Lambat dalam merespons dan kurang efisien.

FAQ tentang Flasher Bimetal

1. Apa kegunaan dari flasher bimetal?

Flasher bimetal berfungsi untuk mengatur denyut lampu peringatan dan lampu sein pada kendaraan.

2. Apa perbedaan antara tipe elektromagnetik dan tipe bimetalik thermal?

Tipe elektromagnetik bekerja berdasarkan arus listrik dan medan magnet, sedangkan tipe bimetalik thermal bekerja berdasarkan panas dan termal ekspansi bimetal strip.

3. Apa kelebihan flasher bimetal?

Kelebihan flasher bimetal antara lain lebih awet, tahan lama, mampu bekerja pada kondisi suhu dan lingkungan yang berbeda, desain yang simpel, dan mudah dipasang.

4. Apa kekurangan flasher bimetal?

Kekurangan flasher bimetal antara lain kurang efisien dan lambat dalam merespons dan melepaskan listrik.

5. Apa solusi jika flasher bimetal tidak bekerja dengan baik?

Salah satu solusinya adalah dengan mengganti flasher bimetal yang rusak dengan yang baru.

6. Apakah flasher bimetal memerlukan perawatan rutin?

Tidak, flasher bimetal tidak memerlukan perawatan rutin selama masih berfungsi dengan baik.

7. Bagaimana cara memasang flasher bimetal?

Cara memasang flasher bimetal adalah dengan menghubungkan terminal flasher bimetal ke kabel penghubung di kendaraan.

8. Apakah flasher bimetal hanya digunakan pada mobil?

Tidak, flasher bimetal juga digunakan pada sepeda motor dan kendaraan lainnya.

9. Apa yang menjadi penyebab flasher bimetal rusak?

Flasher bimetal bisa rusak karena umur yang sudah tua atau pemakaian yang berlebihan.

10. Apa yang harus dilakukan jika flasher bimetal terbakar?

Flasher bimetal yang terbakar harus diganti dengan yang baru agar sinyal lampu kendaraan tetap berfungsi dengan baik.

11. Berapa harga rata-rata flasher bimetal?

Harga flasher bimetal berkisar antara Rp. 20.000 hingga Rp. 200.000, tergantung merek dan kualitasnya.

12. Dapatkah flasher bimetal digunakan pada mobil yang sudah dimodifikasi?

Iya, flasher bimetal dapat digunakan pada mobil yang sudah dimodifikasi, asalkan perubahan pada sistem lampu kendaraan masih sesuai dengan standar yang berlaku.

13. Apakah flasher bimetal bisa diubah menjadi lebih cepat atau lambat dalam mengatur denyut lampu?

Tidak, pengaturan denyut lampu pada flasher bimetal sudah ditentukan dari pabrik dan tidak bisa diubah-ubah.

Kesimpulan: Mulailah Menggunakan Flasher Bimetal

Setelah membaca artikel ini, Anda tentu sudah paham betapa pentingnya flasher bimetal dalam kendaraan Anda. Meskipun memiliki kekurangan, tapi kelebihannya bisa membantu menghindari kerusakan pada sistem lampu kendaraan akibat kelebihan listrik dan mekanik. Segera ganti flasher bimetal yang rusak dengan yang baru dan rasakan perbedaannya.

Apa yang Harus Dilakukan Sekarang?

Bagikan artikel ini dengan teman-teman Anda yang membutuhkan informasi tentang cara kerja flasher bimetal dan bergabunglah dalam komunitas otomotif untuk mendapatkan tips dan trik baru seputar mobil dan motor.

Penutup: Disclaimer

Artikel ini dibuat berdasarkan penelitian dan sumber terpercaya. Namun, pembaca harus tetap melakukan pengecekan dan konsultasi dengan mekanik atau teknisi terpercaya untuk menghindari kerusakan pada kendaraan.

Leave a Comment